Satu Guru Besar Magister Pendidikan Matematika Dikukuhkan

Satu Guru Besar kembali dikukuhkan Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Prof. Dr. Dwi Priyo Utomo, M.Pd telah resmi dikukuhkan pada Selasa, 11 Oktober 2022. Pada kesempatan itu, Dr. Fauzan, M.Pd menilai guru besar merupakan pribadi yang memili etos tinggi serta pekerha keras yang tak kenal lelah. “Ini membuktikan keduanya sangat berdedikasi terkait keilmuan yang digeluti,” ungkapnya Penambahan professor yang dimiliki UMM, akan meningkatkan kontribusi UMM dalam level nasional dan global. Dalam pengukuhannya, Prof. Dr. Dwi Priyo Utomo, M.Pd memaparkan orasi ilmiahnya yang berjudul “Mengembangkan Pemahaman Relasional Siswa: Mengutamakan Pengentahuan Konseptual atau Prosedural” Ia menyampaikan pemahaman relasional membantu siswa membangun skema. Untuk menghubungkan ilmu yang sudah mereka ketahui dengan pengetahuan yang baru. Pengembangan ide-ide dalam memecahkan soal matematika juga berangkat dari sana. “Padahal, hakikatnya, hubungan antara pengetahuan konseptual dan prosedural bersifat bilateral,” tegasnya. Turut hadir Ketua BPH UMM Prof. Dr. Muhadjir Effendy MAP, ia mendorong dosen-dosen lain untuk segera mengikuti jejak keduanya. “Saya ingin agar para professor UMM dapat mempublikasikan ide-idenya, todak hanya lewat publikasi ilmiah jurnal tapi juga publikasi ruang publik,” tuturnya. . Tidak jauh berbeda, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM. Menurutnya, pengembangan perguruan tinggi merupakan tanggung jawab bersama. Salah satunya bagaimana sivitas akademika terus meningkatkan jabatan fungsional dosen. “Apalagi kini ada sederet kemudahan yang bisa dilakukan oleh para dosen. Maka tak ada alasan lagi untuk terus berupaya menignkatkan jabatan fungsional ini sekaligus meningkatkan reputasi perguruan tinggi,” tandasnya mengakhiri.

Prodi Pendidikan Matematika UMM Kembali Kukuhkan Guru Besar

Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali kukuhkan guru besar. Pengukuhan guru besar dilaksanakan di Theater Dome UMM pada hari Rabu (16/2). Pengukuhuan Guru Besar dihadiri oleh Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd., Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P sebagai Ketua Badan Pembina Harian UM, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA serta Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Prof. Dr. Baiduri, M.Si dikukuhkan bersama dua guru besar lainnya, yaitu Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A., Ph.D dan Prof. Dr. Ribut Wahyu Eriyanti, M.Si., M.Pd. Dalam kesempatan yang diberikan Prof. Dr. Baiduri, M.Si, memaparkan orasi ilmiahnya yang berjudul “Berpikir Rasional: Alternatif Menyelesaikan Masalah dengan Lebih Bijak”. Ia mengatakan perubahan yang sangat cepat merupakan permasalahan nyata yang ditimbulkan akibat terkoneksinya berbagai sumber informasi melalui internet. “Oleh sebab itu kemampuan atau skill dala pemecahan masalah serta keterampilan berpikir wajib dimiliki setiap orang sejak dini, salah satu materi pelajaran yang sangat baik dalam menyiapkan kemampuan dalam memecahkan masalah adalah Matematika,” tuturnya. Sejalan dengan itu, Dr. Fauzan, M.Pd. dalam sambutannya menegaskan tekad kuat Kampus Putih untuk melakukan perubahan, terutama dalam orientasi pembelajaran futuristik dan peran UMM sebagai problem solver di tengah masyarakat. “Orientasi pembelajaran yang mengarah kepada siswa atau mahasiswa yaitu bisa melakukan apa bukan sekedar bisa tentang apa. Pembelajaran harus bertanggungjawab atas terjadinya problem-problem yang ada di masyarakat. Oleh karena itu model pembelajaran harus peka terhadap perkembangan dan tuntutan zaman,” ucapnya. Sementara itu, Ketua BPM UMM Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa guru besar layaknya tentara yang meraih pangkat jenderal. Merangkak dan bersusah payah dari bawah untuk meraih cita-cita. Ia juga berpesan kepada guru besar untuk terus menanamkan hal-hal bermakna untuk Kampus Putih dan menjadi teladan yang baik seperti pendahulu-pendahulu sehingga namanya bisa dikenal dan diingat oleh seluruh civitas akademika UMM sampai sekarang.