Kapal Garden UMM Tawarkan Nuansa Iftar di Kapal Pesiar

Bulan suci Ramadhan merupakan momentum spesial yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Bagaimana tidak, di bulan ini bertebaran kebaikan dan keberkahan dilipatgandakan. Untuk itu, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Kapal Rooftop Cafe gelar launching menu dengan tema “Rasa Ramadan”. Acara yang dilaksanakan pada 21 Februari lalu tersebut dihadiri oleh para rekan tamu undangan dari berbagai elemen kalangan masyarakat yang berkesempatan juga menikmati hidangan. Uniknya, dibalik pemilihan diksi tema yang fresh, Manager Kapal Garden Hotel by UMM, Teguh Hadi Saputro menjelaskan bahwa ada makna yang terkandung dalam tema makanan itu. Yakni kehangatan, kebersamaan, dan kebahagiaan dibalik berbagai cita rasa menyambut bulan suci Ramadan. “Tujuan utama kami adalah konsep berbuka puasa di kapal. Selain itu, khusus acara ini kami menghadirkan berbagai sajian menu primadona dengan nuansa bak berbuka di deck atas kapal pesiar. Harapannya hal-hal ini nantinya siap menemani waktu berbuka puasa para tamu hotel maupun para pengunjung,” ungkapnya Dibandingkan hanya memilih satu tema sajian menu, Teguh menyebut pelayanan mereka tetap menonjolkan ciri khas Kapal Rooftop dengan variasi menu Nusantara, Chinese, Timur Tengah, dan Western. Mulai dari appetizer, main course, hingga dessert. Di antaranya rendang, gado-gado, nasi kebuli, puding, kolak, dan masih banyak lagi. Menariknya, penawaran tersebut bisa dinikmati oleh semua kalangan dengan range budget yang bervariatif dari low hingga high budget. Sajian-sajian menu dan pengalaman ini tentunya hanya bisa dinikmati di Kapal Garden Hotel dan Café. “Selalu ada penawaran eksklusif untuk momen spesial. Untuk itu, kami sediakan pilihan berbagai paket yaitu, ala carte, paket grup, dan buffet. Paket grup Rasa Berlima start from 150.000 untuk 5 orang. Kemudian, promo buffet early bird start harga mulai 65.000/pax dengan estimasi reservasi sampai 10 Maret 2025. Serta, regular buffet start from 75.000 minimal pemesanan 20 pax. Kami sangat berharap masakan dan experience berbuka puasa di Kapal Rooftop Cafe bisa dinikmati oleh semua kalangan,” jelas Chef Kusmawardi. Zafira Auzia Najwa sebagai pengunjung mengaku sangat menikmati bersantap menu Rasa Ramadhan di Kapal Rooftop Cafe. Selain menu yang disajikan fresh, di sana ia bisa menikmati view semi alam yang khas, serta interior dan pelayanan yang memorable layaknya sebagai penumpang kapal pesiar. Di samping itu, ia menyebut rasa masakan nusantara yang dibuat tim Kapal juga lezat dan authentic. Menurutnya, pelayanan yang memuaskan didukung juga dengan kebersihan tempat dan makanan yang sangat baik cocok untuk event berbuka bersama teman-teman dan keluarga. (din/wil)
Semarak Ramadhan di UMM: Memahami Peran Budaya dalam Dakwah Muhammadiyah

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan Semarak Ramadhan yang penuh keberkahan selama bulan Suci. Salah satu acaranya yakni Pengajian Ramadhan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), yang digelar pada 5 Maret 2025. Dalam kesempatan ini, UMM menghadirkan tokoh Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag.. yan menyampaikan tema menarik ‘Membumikan Dakwah Kultural Muhammadiyah”. Dalam pengajiannya, Danarto menyampaikan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi warga Muhammadiyah dalam mengimplementasikan tradisi budaya dalam kehidupan beragama. Menurutnya, banyak warga Muhammadiyah yang salah kaprah dalam memandang budaya. Menganggap keterlibatan budaya dalam agama dapat menimbulkan unsur takhayul, bid’ah, dan khurafat. Akibatnya, banyak yang menjauhi budaya, bahkan menjadi anti budaya. Terdapat dua aliran dalam Islam yang berpengaruh terhadap pandangan ini, yaitu puritanisme yang dipelopori oleh Muhammad Ibnu Wahab, dan Islam Modernisasi yang diprakarsai oleh Muhammad Abduh. “Islam puritan menekankan pada penghapusan segala hal yang berhubungan dengan tradisi dan budaya, dan kembali meniru apa yang ada pada masa Nabi dan sahabat. Dalam pandangan mereka, tradisi yang tidak ada pada zaman Nabi dianggap sebagai bid’ah,” jelasnya. Di lain sisi, Danarto juga menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh kaum modernasi dalam Islam adalah dengan meneliti hadist-hadist Nabi, memverifikasi keasliannya, dan hanya mengamalkan yang dinyatakan shohih. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar umat Islam dapat menerapkan etika, moral, dan tradisi pada masa Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan bahwa istilah bid’ah atau inovasi tidak seharusnya digunakan untuk menolak segala bentuk perkembangan dalam masyarakat, termasuk pengetahuan, filsafat, dan ilmu politik. Bid’ah harus dipahami dalam konteks nilai-nilai dasar, moral, dan karakter yang terkandung dalam ajaran Islam, bukan pada bentuk atau praktiknya saja. “Merujuk pada surat Al-Hujurat ayat 13, eksistensi berbagai budaya, suku, dan bangsa, dan menekankan bahwa budaya yang sesuai dengan nilai-nilai Islam harus diterima dan dihargai. Budaya bukanlah sesuatu yang harus dihilangkan, melainkan harus dipahami dan diselaraskan dengan ajaran Islam,” jelasnya. Di sisi lain, Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., CA., menyampaikan bahwa Muhammadiyah tidak hanya bisa berdakwah melalui ceramah atau tabligh, tetapi juga dapat melibatkan budaya sebagai sarana dakwah. “Muhammadiyah dapat berdakwah melalui budaya dengan mentransformasi nilai-nilai yang sudah ada dan mengemasnya dalam konsep yang lebih berkemajuan, Melalui budaya yang berkemajuan, dakwah Muhammadiyah akan semakin menarik bagi banyak orang. (nam/wil)
Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah jadi Konsen Muhadjir Effendy

Di tengah perkembangan pesat dunia bisnis, Muhammadiyah menyadari pentingnya perubahan mindset, terutama dalam melihat bisnis sebagai sarana yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga membawa berkah. Hal itu ditegaskan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Muhadjir Efendy, M.A.P. dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bidang Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Agenda diselanggarakan pada 26 Februari 2025 itu berlokasi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia dan terus mendorong perubahan dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi. Menurutnya, banyak warga Muhammadiyah yang masih memandang dunia usaha dengan skeptis, menganggapnya “kotor” karena adanya praktik kecurangan dan permainan dalam perdagangan. Oleh karena itu, Muhammadiyah bertekad untuk mengubah pandangan ini dan menciptakan peluang bisnis yang mengutamakan etika, kejujuran, dan prinsip agama yang kuat. Muhadjir mengatakan, konsep kapitalisme religius menjadi landasan utama dalam pembangunan ekonomi ini. Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa bisnis tidak harus berseberangan dengan nilai-nilai agama. Kapitalisme yang dibangun dengan etika agama yang kuat tidak hanya menguntungkan, tetapi juga mendatangkan kebaikan bagi semua pihak. Dengan pendekatan ini, Muhammadiyah berusaha menumbuhkan para kapitalis yang sangat agamis, dan memiliki tanggung jawab sosial dan moral dalam setiap langkah bisnis yang diambil. Serta menekankan pentingnya pemahaman bahwa bisnis harus dijalankan dengan landasan etika yang kuat. “Kapitalisme yang lahir dengan prinsip agama yang kuat tidak hanya menguntungkan, tetapi juga membawa berkah bagi umat,” ujarnya. Di sisi lain, pembinaan birokrasi Muhammadiyah juga menjadi fokus penting. Untuk merespons dinamika zaman yang terus berubah, organisasi ini menyadari bahwa birokrasi yang kaku tidak lagi efektif. Oleh karena itu, Muhammadiyah berkomitmen untuk membangun sistem yang lebih fleksibel dan inklusif, mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, serta mendukung keberlangsungan bisnis dan usaha yang dijalankan. Salah satu inovasi menarik adalah dalam hal kepemilikan bisnis. Muhammadiyah menyadari bahwa bisnis yang sukses tidak hanya dapat dimiliki oleh pengurus organisasi, tetapi juga bisa dibagi dengan warga Muhammadiyah atau mitra yang terlibat. Hal ini membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam ekonomi, tidak hanya dalam skala individu tetapi juga secara kolektif. Ini adalah salah satu langkah penting untuk memastikan bahwa bisnis Muhammadiyah dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan. Peluang lebih besar hadir dalam dunia ritel, yang diharapkan menjadi tempat distribusi utama produk-produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan adanya outlet ritel, produk dari UMKM warga Muhammadiyah dapat lebih mudah diakses, memberikan peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal. Tentunya, produk yang dijual harus memenuhi standar kelayakan, baik dari segi kualitas maupun kemasan. Jika ada produk yang belum memenuhi standar, outlet memiliki kewajiban untuk membina produk tersebut agar dapat lebih diterima di pasar. “Kemudian kita mengontrol sendiri sirkulasi barang yang ada di Mentari Mart, tanpa ada campur tangan dari pihak manapun dan diatur oleh manajemen Muhammadiyah,” jelasnya. Sebagai contoh, bisnis pada sektor kesehatan yakni infus Suryavena yang diluncurkan oleh Muhammadiyah yang menawarkan produk infus dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Untuk memastikan kesuksesan distribusinya, peta geospasial akan digunakan untuk mengukur kelayakan wilayah yang potensial untuk mendirikan outlet, sehingga mengurangi risiko kebangkrutan. Dalam hal pemberdayaan, Muhammadiyah juga memperhatikan pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda, khususnya siswa-siswi SMK Muhammadiyah jurusan perniagaan. Mereka akan diberdayakan untuk menjadi tenaga kerja terampil di berbagai bisnis yang didirikan, seperti di outlet Mentari Mart yang akan segera hadir. “Saya mempunyai mimpi bahwa sosial enterprise dapat menjadi prioritas utama dalam ekonomi kita di kemudian hari, setelah BUMN, Swasta, Koperasi, dan Bisnis Sosial,” ujarnya. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Muhammadiyah berupaya untuk menciptakan perekonomian yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan membawa kesejahteraan bagi warganya dan masyarakat luas. Muhammadiyah terus berupaya untuk tidak hanya menjadi organisasi yang besar, tetapi juga menjadi pendorong perubahan sosial dan ekonomi yang dapat membawa kesejahteraan bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Dengan semangat kapitalisme religius, pembenahan birokrasi, dan pemberdayaan masyarakat, Muhammadiyah bergerak untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, berkeadilan, dan penuh berkah. (nam/wil)
Selamat Hari Kartini 21 April 2025

Magister Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang mengucapkan Selamat Hari Kartini, 21 April 2025. Semangat juang R.A. Kartini dalam memperjuangkan pendidikan menjadi inspirasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam mengembangkan pendidikan matematika di era abad 21. Di tengah tuntutan zaman yang mengedepankan critical thinking, creativity, communication, dan collaboration, kami berkomitmen untuk melahirkan pendidik matematika yang adaptif, inovatif, serta berakar kuat pada nilai-nilai moral luhur, sebagaimana diperjuangkan oleh Kartini: keberanian berpikir maju, integritas, dan cinta terhadap ilmu pengetahuan. Dalam semangat Kartini, pembelajaran matematika tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, namun juga membentuk karakter peserta didik untuk menjadi problem solver yang beretika dan berkontribusi untuk masyarakat. Nilai-nilai seperti ketekunan, kejujuran, dan semangat belajar sepanjang hayat terus kami tanamkan dalam setiap proses pembelajaran. Mari kita teruskan perjuangan Kartini dengan menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk membebaskan, memberdayakan, dan memajukan bangsa. Semoga semangat Kartini selalu menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika, khususnya dalam membangun generasi emas Indonesia melalui pendidikan matematika yang berkarakter. Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si sebagai Kaprodi Magister Pendidikan Matematika menyampaikan – Dalam semangat R.A. Kartini, Magister Pendidikan Matematika UMM terus mendorong pembelajaran abad 21 yang mengintegrasikan kecakapan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif, serta berlandaskan nilai moral mulia.Sebagaimana Kartini mengajarkan keberanian untuk bermimpi dan berpikir maju, kami membangun pembelajaran matematika yang tidak hanya melatih kecerdasan logis, tetapi juga menumbuhkan integritas, kepekaan sosial, dan semangat membangun masa depan.Semoga semangat Kartini menginspirasi kita semua untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan semangat inovasi dan ketulusan hati.”
Selamat Hari Raya Idulfitri 1446 H

Magister Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa kariim.Semoga di hari kemenangan ini, Allah menerima segala amal ibadah kita dan mempertemukan kita kembali dengan bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat. Dalam suasana fitri ini, kita diajak untuk merefleksikan makna kesucian hati, keikhlasan dalam belajar dan mengajar, serta semangat memperbaiki diri di era pendidikan abad 21. Membangun generasi penerus bangsa melalui pendidikan matematika yang adaptif, inovatif, dan berlandaskan nilai moral, menjadi bagian dari ikhtiar suci kita. Sebagaimana matematika mengajarkan keteraturan dan kebenaran, semoga kita juga mampu menata kehidupan dengan kejujuran, integritas, dan semangat berbagi. Hari Raya Idulfitri ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, memperkuat komitmen dalam pendidikan, dan terus mengukir prestasi untuk bangsa. Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si. sebagai Kaprodi Magister Pendidikan Matematika menyampaikan: “Selamat Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.Semoga hari yang suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan semangat baru dalam mengembangkan pendidikan matematika di era abad 21.Mari kita terus menanamkan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan keikhlasan dalam setiap langkah kita membangun generasi pembelajar yang cerdas dan berkarakter.Dengan semangat fitri, kita perkuat dedikasi untuk mencerdaskan bangsa melalui pendidikan yang berlandaskan iman, ilmu, dan amal.Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.”
Magister Pendidikan Matematika UMM Ikuti Tarhib Ramadhan 1446 H

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara Tarhib Ramadhan pada 26 Februari 2025 di Masjid AR. Fachruddin. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta civitas akademika UMM yang ingin mempersiapkan diri secara spiritual untuk menyambut bulan penuh berkah. Acara ini menghadirkan Drs. KH. Muhammad Dawam Sholeh, pengasuh Pondok Pesantren Al Islah Paciran Lamongan, sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Selain itu, ia juga mengajak peserta untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui puasa, shalat, dan amal kebajikan lainnya. Selain mendengarkan ceramah, peserta juga berkesempatan untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada pemateri mengenai berbagai aspek ibadah selama Ramadhan. Suasana yang penuh kekhusyukan dan antusiasme tampak dalam sesi ini, di mana peserta sangat aktif menggali pemahaman tentang keutamaan bulan suci. Melalui acara ini, Dosen Magister Pendidikan Matematika FKIP UMM berharap agar seluruh peserta dapat menyambut Ramadhan dengan persiapan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun mental. Kegiatan seperti ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen akademik dalam mendukung penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus.
Magister Pendidikan Matematika UMM Bangga Menerima Kunjungan Study Tiru dari Guru Matematika SMA Kabupaten Gresik

Magister Pendidikan Matematika UMM dengan bangga menerima kunjungan Study Tiru dari Guru Matematika SMA Kabupaten Gresik pada Sabtu, 18 Januari 2025. Kegiatan yang berlangsung di GKB IV Lantai 3 ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk saling berbagi pengalaman dan inovasi dalam pembelajaran matematika. Melalui diskusi dan sesi interaktif, diharapkan para guru mendapatkan wawasan baru yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Study Tiru ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia akademik dan sekolah menengah. Dengan adanya kolaborasi seperti ini, Magister Pendidikan Matematika UMM terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, baik di tingkat perguruan tinggi maupun di tingkat sekolah. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para guru, sehingga bisa memahami lebih dalam dinamika pengajaran di sekolah. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga kunjungan ini memberikan manfaat yang luas dan menjadi langkah awal untuk kerja sama yang lebih erat di masa depan. Bersama, kita wujudkan pendidikan matematika yang lebih inovatif dan inspiratif! #MathEduUMM #StudyTiru #KolaborasiPendidikan
Magister Pendidikan Matematika UMM Gelar Kuliah Umum di SMAN 2 Jombang: Gaya Hidup Berkelanjutan dengan Solar Cell

Magister Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan dengan mengadakan kuliah umum di SMAN 2 Jombang. Kegiatan ini merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”, yang berfokus pada pemanfaatan solar cell sebagai energi ramah lingkungan. Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si, seorang akademisi di bidang matematika yang membahas bagaimana konsep matematika berperan dalam teknologi energi terbarukan, khususnya solar cell. Selain itu, kegiatan ini juga didampingi oleh Siti Khoiruli Ummah, M.Pd, yang memberikan informasi seputar Prodi Pendidikan Matematika UMM, termasuk kurikulum, fasilitas, serta peluang studi dan karier bagi para siswa yang tertarik melanjutkan pendidikan di bidang matematika. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMAN 2 Jombang semakin memahami pentingnya gaya hidup berkelanjutan serta inovasi energi terbarukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, program ini juga menjadi ajang bagi Prodi Pendidikan Matematika UMM untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan dan memperkenalkan program studi kepada calon mahasiswa potensial. #PendidikanMatematikaUMM #KuliahUmum #GayaHidupBerkelanjutan #SolarCell #P5
Magister Pendidikan Matematika UMM Gelar Workshop PjBL dan Integrasi P5 di SMAN 2 Lumajang

Program Studi Magister Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menginisiasi workshop pengembangan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) yang terintegrasi dengan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMA Negeri 2 Lumajang. Workshop ini mengusung tema “Solar Panel” sebagai upaya memperkenalkan teknologi energi terbarukan sekaligus mendorong pembelajaran inovatif yang relevan dengan kebutuhan era modern. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Yus Mochamad Cholili, M.Si., seorang ahli dalam bidang pendidikan matematika terapan, dan Prof. Baidusi, M.Si., pakar dalam inovasi pembelajaran dan pengembangan kurikulum. Kedua pemateri memberikan wawasan mendalam mengenai prinsip dasar PjBL, implementasi tema solar panel dalam pembelajaran, serta integrasi nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam proses belajar mengajar. Workshop yang diselenggarakan secara tatap muka (luring) ini bertujuan memberikan pendampingan langsung kepada para guru dalam merancang pembelajaran berbasis proyek. Melalui pendekatan ini, guru didorong untuk mengembangkan metode pembelajaran yang aplikatif dan kreatif, sehingga siswa dapat membangun kompetensi kritis dan kolaboratif dalam menyelesaikan masalah nyata, terutama di bidang energi ramah lingkungan. Kolaborasi antara Prodi Pendidikan Matematika UMM dan SMAN 2 Lumajang diharapkan mampu menciptakan sinergi yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda.
SMKN 1 Kotaanyar Probolinggo Jalin Kerjasama dengan Pendidikan Matematika UMM
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, SMKN 1 Kotaanyar Probolinggo melakukan kunjungan ke Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Kamis kemarin. Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin kerjasama yang erat di bidang penelitian, pengabdian masyarakat, dan pendidikan. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMKN 1 Kotaanyar Probolinggo. Beliau menyampaikan harapan besar agar kerjasama ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua belah pihak. Sambutan dilanjutkan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UMM yang menyampaikan profil lengkap program studi serta peluang kerjasama yang dapat dilakukan. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Siswa dan guru SMKN 1 Kotaanyar Probolinggo antusias mengajukan pertanyaan seputar kurikulum, kegiatan mahasiswa, serta peluang melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.