UMM Terima Kunjungan Benchmarking UNISMUH Makassar untuk Memperkuat Kolaborasi dan Inovasi Program Magister

Pada hari Selasa (02/12/25), Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan Benchmarking dari Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH Makassar) sebagai bagian dari agenda peningkatan mutu akademik, pengembangan program studi, dan akselerasi internasionalisasi. Kegiatan ini melibatkan secara strategis Prodi Magister Pendidikan Matematika UMM sebagai salah satu prodi unggulan dalam pertukaran praktik baik antar institusi. Kunjungan diterima langsung oleh Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. selaku Wakil Direktur 1 Pascasarjana UMM dan Dr. Diah Karmiyati, M.Si. selaku Wakil Direktur 2 Pascasarjana UMM. Hadir juga para kaprodi di lingkungan pascasarjana salah satunya Dr. Reni Dwi Susanti, M.Pd. selaku Kaprodi Magister Pendidikan Matematika UMM. Rombongan dari UNISMUH Makassar terdiri atas pimpinan, staff, dan pengelola akademik yang ada di lingkungan Direktorat Pascasarjana salah satunya Dr. Sitti Fithriani Saleh, M.Pd., selaku Kaprodi Magister Pendidikan Matematika UNISMUH Makassar. Sesi Benchmarking difokuskan pada agenda penguatan kurikulum, tata kelola prodi, strategi internasionalisasi, serta pola kolaborasi akademik yang relevan dan berkelanjutan. Pada forum tersebut, Prodi Magister Pendidikan Matematika UMM memaparkan berbagai inisiatif strategis mulai dari penerapan OBE, peningkatan kualitas layanan akademik, hingga roadmap internasionalisasi berbasis publikasi bereputasi dan jejaring akademik global. Sementara itu, Prodi Magister Pendidikan Matematika UNISMUH Makassar menyampaikan minat kuat untuk mengembangkan kolaborasi terutama pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini menegaskan posisi Prodi Magister Pendidikan Matematika UMM sebagai prodi yang progresif, adaptif, dan menjadi rujukan dalam manajemen akademik pascasarjana. Kerja sama lanjutan antara UMM dan UNISMUH Makassar direncanakan mencakup riset kolaboratif, program pengabdian bersama, pertukaran dosen, serta inisiatif pengembangan internasionalisasi yang lebih luas. Prodi Magister Pendidikan Matematika UMM/UM Makassar terus membuka peluang kolaborasi dan layanan akademik unggul bagi calon mahasiswa.
Dr. Agung Deddiliawan Ismail, M.Pd.
Pendampingan Pengembangkan Modul Edukasi Digital Bilingual Guru Sekolah Dasar di SD Muhammadiyah 3 Assalaam Malang, Tahun 2024. Pendampingan Pengembangan Modul Ajar dengan Pendekatan Culturally Relevant Teaching (CRT) Dan Berbantuan Artificial Intelegence (AI) di SMA Muhammadiyah 3 Batu, Tahun 2024. Pendampingan Kurikulum Merdeka di SMA Muhammadiyah 3 Probolinggo, Tahun 2023. Pendampingan Pengembangan Modul Pembelajaran SMA Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar di SMA Muhammadiyah 3 Probolinggo, Tahun 2022. Pendampingan Penyusunan Dan Penyelesaian Soal Matematika Berbasis AKM Bagi Guru SMP Muhammadiyah 4 Malang, Tahun 2021. Pendampingan Videografi di SMP Muhammadiyah 4 Malang, Tahun 2020. Pendampingan AKM di SMP Muhammadiyah 4 Malang, Tahun 2019. Manajemen Humas SMK Muhammadiyah 9 Wagir Untuk Meningkatkan Kredibilitas Sekolah, Tahun 2018. Pendampingan Penyusunan Standar Operasional Prosedur Manajemen Ketenagaan Di Sekolah Menengah Kejuruan di SMK Muhammadiyah 9 Wagir, Tahun 2017. IbM SMK Muhammadiyah 9 Wagir, Tahun 2016.
Dr. Anis Farida Jamil, M. Pd.
Selengkapnya dapat dilihat di: https://scholar.google.com/citations?hl=en&user=1zg0KscAAAAJ&view_op=list_works&sortby=pubdate
Dr. Reni Dwi Susanti, M. Pd.
Selengkapnya dapat dilihat di: https://scholar.google.com/citations?hl=en&user=h-1Zo3oAAAAJ&view_op=list_works&sortby=pubdate
Dr. Mayang Dintarini, M.Pd.
Selengkapnya dapat dilihat di: https://scholar.google.com/citations?hl=en&user=IFwtsigAAAAJ&view_op=list_works&sortby=pubdate
Dr. Arif Hidayatul Khusna, M.Pd.
Selengkapnya dapat dilihat di: https://scholar.google.com/citations?hl=en&user=4m4R_p8AAAAJ&view_op=list_works
Dr. Octavina Rizky Utami Putri, M. Pd.
Selengkapnya dapat dilihat di: https://scholar.google.com/citations?hl=en&user=AWfJB3UAAAAJ&view_op=list_works&sortby=pubdate
Dr. Agung Deddiliawan Ismail, M.Pd.
Selengkapnya dapat dilihat di: https://scholar.google.com/citations?hl=en&user=-a4m1ykAAAAJ&view_op=list_works&sortby=pubdate
Dr. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd
1. Pengembangan Modul Matematika Berbasis Inkuiri Pada Materi Kubus dan Balok pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Vol. 1 No. 1 (2025): Progressive Education Journal 2. Student’s Mathematics Ability in Written Communication Based on Van Hiele’s Theory and Gender Vol. 7 No. 1 (2025): Hipotenusa: Journal of Mathematical Society 3. Mathematical Problem-Solving Abilities with a Metacognitive Approach at High School Students Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) 4. Problem-Based Learning and Social Emotional Analysis of Students’ Written Math Communication Vol. 14 No. 1 (2025): Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika 5. GARITA Media: Students’ Mathematical Communication in Solving Contextual Problems Vol. 9 No. 1 (2025): JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) 6. Investigating the adversity quotient: Assessing elementary school students’ proficiency in solving two-dimensional problems Vol. 4 No. 2 (2024): Research and Development in Education (RaDEn) 7. Effectiveness of using a bar model in solving story problems for elementary school students Vol. 4 No. 2 (2024): Research and Development in Education (RaDEn) 8. Web-Based Window Shopping: A Learning Model in High School’s Mathematics Curriculum. Vol. 13 No. 1 (2024): TEM Journal 9. Student’s Mathematical Communication Ability Given Self Concept In Learning Mathematics Through Discovery Learning Vol. 8 No. 1 (2024): Prima: Jurnal Pendidikan Matematika 10. Independent Learning in A Classroom-Based Curriculum: Cognitive Strategies and Students’ Self-Confidence in Learning Mathematics Vol. 25 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA 11. Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis discovery learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP Vol. 12 No. 2 (2023): AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika 12. Implementasi Pembelajaran Model Assure Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kurikulum Merdeka Peserta Didik Kelas I SDN Ngaglik 01 Batu Vol. 8 No. 1 (2023): Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 13. Analysis of Mathematics Learning Based on Minimum Competency Assessment in the 2013 Curriculum at SMP Muhammadiyah 1 Malang Vol. 12 No. 4 (2023): Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika 14. Eksplorasi Persepsi Calon Guru Dalam Menyelesaikan Masalah Kontroversial Matematika Vol. 11 No. 4 (2022): AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika 15. High order thinking skills: can it arise when a prospective teacher solves a controversial mathematics problem? Vol. 2157 No. 1 (2022): Journal of Physics: Conference Series Selengkapnya dapat dilihat di: https://scholar.google.com/citations?hl=en&user=hPQHuxUAAAAJ
Project-Base Learning & Deep Learning: Empat Strategi Revolusioner untuk Menghidupkan Kelas Matematika

Malang, 13 September 2025. Apa jadinya jika siswa SMP merancang sistem irigasi sederhana, menghitung biaya produksi donat sehat, atau menganalisis data sampah lingkungan menggunakan konsep statistika? Semua ini bukan khayalan karena ini adalah wujud nyata kelas matematika masa kini yang hidup, relevan, dan penuh makna. Gagasan ini terkemuka dalam Kuliah Pakar (Visiting Professor) Program Studi Magister Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang pada 13 September 2025. Empat pakar nasional terdiri dari Dr. Taufiqulloh Dahlan, Dr. Rahaju, Dr. Nia Kania, dan Dr. Arif Hidayatul Khusna hadir memberikan pandangan segar tentang integrasi Project-Based Learning (PjBL) dan Deep Learning (DL) sebagai jantung transformasi pembelajaran matematika abad ke-21. “Saatnya Tinggalkan Matematika Prosedural” Membuka sesi dengan data mengejutkan dari hasil PISA 2022, Dr. Taufiqulloh menegaskan bahwa lebih dari 99% siswa Indonesia hanya mampu menjawab soal LOTS (Lower Order Thinking Skills). Menurutnya, ini akibat dominasi pembelajaran prosedural yang mengutamakan hafalan rumus bukan pemahaman konseptual. Solusinya apa si? Solusinya adalah Integrasi PjBL dan Deep Learning. Melalui proyek nyata seperti menghitung kebutuhan pupuk untuk lahan pertanian berbentuk tidak beraturan. Pada kegiatan ini siswa tidak hanya menerapkan rumus luas, tapi juga memahami mengapa dan kapan konsep itu digunakan. “Pembelajaran harus berangkat dari kebutuhan nyata, bukan dari daftar materi,” tegasnya. “Guru Harus Jadi Desainer Media yang Reflektif” Berbeda dari narasumber sebelumnya, Dr. Rahaju dari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang mengarahkan fokus pada pengembangan media pembelajaran. Ia menantang calon guru untuk tidak hanya memakai PowerPoint saja, tetapi merancang media yang tepat sasaran, kontekstual, dan berlandaskan teori pedagogis. Dalam perkuliahannya, mahasiswa melakukan observasi langsung di sekolah, menganalisis kebutuhan siswa, lalu merancang media yang menjawab tantangan nyata di kelas. Hasilnya apa? Media yang tidak sekadar menarik secara visual, tapi juga memantik pertanyaan, memperdalam konsep, dan bisa dilindungi HKI. “Media yang baik tidak memberi jawaban instan, tetapi ia memicu rasa ingin tahu,” ujarnya. “Deep Learning Itu Menyenangkan Kalau Kontekstual!” Bagi Dr. Nia Kania dari Universitas Majalengka, Deep Learning bukan soal kerumitan, tapi kesenangan dalam memahami. Ia mencontohkan tiga proyek inspiratif, yang pertama “Desain Taman Sekolah” yang menggabungkan geometri, ekonomi, dan keberlanjutan. Kemudian yang kedua “Analisis Sampah Komunitas” yang mengolah data real untuk membuat rekomendasi lingkungan. Terakhir yang ketiga “Model Keuangan Keluarga” yang mana mengaitkan persamaan linear dengan literasi finansial. “Berdasarkan studi kasus yang diberikan, para siswa mudah memahami karena saat matematika dikaitkan dengan kehidupan, maka siswa tidak bertanya ‘Kapan ini dipakai?’, tapi langsung terlibat menyelesaikan masalah” Ujarnya. Ia menekankan bahwa HOTS muncul secara alami ketika konteksnya bermakna bukan karena dipaksa lewat soal ujian. “Jangan Tunggu Siswa Paham Dulu, Biarkan Proyek Jadi Guru Mereka” Penutup yang memukau datang dari Dr. Arif Hidayatul Khusna, dosen UMM sekaligus praktisi PjBL. Ia menolak anggapan bahwa proyek hanya bisa diberikan setelah siswa paham konsep. Justru sebaliknya, Karena “Proyek adalah medan eksplorasi para siswa mengalami konflik kognitif melalui bertanya, mencoba, gagal, lalu akhirnya memahami dengan utuh. Dalam contohnya, siswa SMP merancang model harga jual donat menggunakan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel bukan karena guru mengajarkan teorinya dulu, tapi karena mereka butuh solusi nyata. Proses presentasi dan diskusi kelompok menjadi ajang memperbaiki miskonsepsi dan memperkuat argumen matematis.