Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali kukuhkan guru besar. Pengukuhan guru besar dilaksanakan di Theater Dome UMM pada hari Rabu (16/2). Pengukuhuan Guru Besar dihadiri oleh Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd., Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P sebagai Ketua Badan Pembina Harian UM, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA serta Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Prof. Dr. Baiduri, M.Si dikukuhkan bersama dua guru besar lainnya, yaitu Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A., Ph.D dan Prof. Dr. Ribut Wahyu Eriyanti, M.Si., M.Pd.

Dalam kesempatan yang diberikan Prof. Dr. Baiduri, M.Si, memaparkan orasi ilmiahnya yang berjudul “Berpikir Rasional: Alternatif Menyelesaikan Masalah dengan Lebih Bijak”. Ia mengatakan perubahan yang sangat cepat merupakan permasalahan nyata yang ditimbulkan akibat terkoneksinya berbagai sumber informasi melalui internet.

“Oleh sebab itu kemampuan atau skill dala pemecahan masalah serta keterampilan berpikir wajib dimiliki setiap orang sejak dini, salah satu materi pelajaran yang sangat baik dalam menyiapkan kemampuan dalam memecahkan masalah adalah Matematika,” tuturnya.

Sejalan dengan itu, Dr. Fauzan, M.Pd. dalam sambutannya menegaskan tekad kuat Kampus Putih untuk melakukan perubahan, terutama dalam orientasi pembelajaran futuristik dan peran UMM sebagai problem solver di tengah masyarakat.

“Orientasi pembelajaran yang mengarah kepada siswa atau mahasiswa yaitu bisa melakukan apa bukan sekedar bisa tentang apa. Pembelajaran harus bertanggungjawab atas terjadinya problem-problem yang ada di masyarakat. Oleh karena itu model pembelajaran harus peka terhadap perkembangan dan tuntutan zaman,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua BPM UMM Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa guru besar layaknya tentara yang meraih pangkat jenderal. Merangkak dan bersusah payah dari bawah untuk meraih cita-cita. Ia juga berpesan kepada guru besar untuk terus menanamkan hal-hal bermakna untuk Kampus Putih dan menjadi teladan yang baik seperti pendahulu-pendahulu sehingga namanya bisa dikenal dan diingat oleh seluruh civitas akademika UMM sampai sekarang.